flatnews

Ini Beda Refurbished dan Rekondisi, Konsumen Wajib Waspada

Tingginya minat terhadap smartphone di Indonesia memang kurang berbanding lurus dengan kemampuan beli masyarakat yang tidak merata. Alha...


Tingginya minat terhadap smartphone di Indonesia memang kurang berbanding lurus dengan kemampuan beli masyarakat yang tidak merata. Alhasil tingginya harga produk, membuat beberapa pihak mengambil kesempatan dengan menjual smartphone rekondisi.

Payahnya, banyak penjual menyampaikan pada calon pembeli bahwa barang tersebut baru. Fenomena ini ditemui saat demam BlackBerry menlanda Indonesia. Bagaimana tidak, pada 2010-2011 sebuah BlackBerry Gemini yang paling murah harus ditembus dengan harga 2 jutaan.

Situasi ini banyak dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mendatangkan BlackBerry "sampah" dari luar negeri. Tiba-tiba pasar Indonesia dibanjiri BlackBerry model lawas dengan penampilan kinclong layaknya barang baru.

Barang ilegal tersebut nyatanya marak beredar di pusat perbelanjaan yang seharusnya mudah diawasi aparat. Para penjual banyak yang "berbohong" pada konsumen, dengan mengatakan barangnya produk baru maupun refurbish.

Refurbish sendiri adalah kondisi produk yang mengalami kerusakan kecil dan dikembalikan oleh konsumen. Lalu pabrikan akan memperbaiki produk tersebut. Bisa dijual lagi dengan garansi resmi namun harga lebih murah, atau menjadi stok bila ada klaim garansi ganti barang baru. Apple contohnya baru saja merilis iPad Mini 2 refurbish dengan harga 50 dollar lebih murah, namun teta mendapatkan garansi resmi sama dengan produk kondisi baru.
Sedangkan rekondisi adalah barang yang sudah rusak atau terpakai lama, lalu mendapatkan perbaikan di jeroan atau hanya tamilan luar saja. Ini yang sangat merugikan konsumen, sehingga banyak keluhan roduk "baru rekondisi" rusak setelah beberapa bulan. Konsumen tidak bisa berbuat banyak, karena klaim garansi dari penjual biasanya 2 minggu sampai satu bulan. 

Produk refurbish datangnya resmi dari pabrik produsen, jadinya tetap dalam kondisi segel rapi dan mendapat garansi resmi. Sedangkan rekondisi biasanya tak lagi dalam segel maupun dus bawaan. Biasanya di toko-toko dipajang seperti HP bekas lainnya. Penjual-pun hanya berani memberi garansi personal yang pendek. (IDC)

Penulis: Ibnu Dwi Cahyo
Twitter: @Ibnucloudheart
Reactions: 

Related

Unik 655544536896679747

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item