flatnews

Atletico Madrid, Klub Para Pemain Recycle

Atletico Madrid mungkin saat ini menjadi klub sepakbola paling diperbincangkan di eropa dan seluruh dunia. Tak hanya berhasil menembus fi...


Atletico Madrid mungkin saat ini menjadi klub sepakbola paling diperbincangkan di eropa dan seluruh dunia. Tak hanya berhasil menembus final Liga Champions, Atletico juga berhasil memimpin klasemen sementara La Liga Spanyol. Keberhasilan sejauh ini sebenarnya lebih kepada tangan dingin Diego Simione.

Sejatinya Atletico tak mempunyai pemain bintang. Klub "kedua" terbesar di kota Madrid ini memang lebih kesohor sebagai klub penghasil bintang, terutama striker. Fernando Torres dan Kun Aguero misalnya menjadi matang di Atletico.

Tangan dingin Simione telah berhasil mengubah pemain-pemain kedua dan "mantan" bintang, menjadi sebuha tim yang efektif dalam bermain.Simione juga sukses menyulap Atletico menjadi klub dengan pertahanan kuat di Eropa.

Di lini depan misalnya, kepergian Falcao ke AS Monaco awalnya digantikan oleh David Villa yang ditransfer dari Barcelona. Faktanya di lapangan malah Diego Costa menjadi striker paling subur di di Spanyol, bahkan Eropa.

Diego Costa awalnya dicap sebagai pemain gagal. Karena sejak ditransfer dari Independiente pada 2007, tidak kunjung menembus skuad utama, malah dipinjamkan ke berbagai klub. Namanya tenggelam oleh Kun Aguero, Diego Forlan dan Falcao. Bahkan posisi aslinya bukan striker, melainkan penyerang lubang, di belakang striker utama.

Diego Ribas, pemain ini sempat menjadi bintang di Liga Jerman saat membawa Werder Bremen juara. Namun kepindahannya ke Juventus telah merusak karirnya. Berganti-ganti klub, tak membuat permainan Diego kembali ke level teratas. Januari lalu Diego dipinjam dari Wolfsburg dan langsung nyetel dengan tim. Diego berhasil membuktikan kepercayaan Simione dengan mencetak gol indah ke gawang Barca di perempatfinal liga Champions.

Raul Garcia juga dicap sebagai transfer gagal, semat dipinjamkan ke Osasuna. Simione mulai memberi kepercayaan padanya dan Raul Garcia memberikan penampilan terbaik. Posisinya sebagai gelandang serba bisa membuat tugasnya cukup berat, bertahan dan menyerang.

Di lini belakang ada bek kanan timnas Spanyol, Juanfran. Lulus dari akademi sepakbola Real Madrid, malah membuatnya berpindah-indah di klub semenjana. Di tangan Simione-lah Juanfran mendapat kepercayaan membela timnas Spanyol.

Tentu yang paling ramai adalah Thibaut Courtois. Kiper pinjaman dari Chelsea ini berhasil mengawal gawang Atletico dari klubnya sendiri. Ini mengingatkan kita pada musim 2003-2004. Morientes saat itu membela Monaco dan menghancurkan klubnya Real Madrid dengan golnya ke gawang Casillas. (IDC)

Penulis Ibnu Dwi Cahyo
Twitter @Ibnucloudhear
Reactions: 

Related

Bola 5962451964859018718

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item