flatnews

KAMMI Semarang Evaluasi Kinerja KPU

Pelaksanan pemilihan legislatif telah berlangsung pada tanggal 9 April 2014 yang di lakukan serempak di seluruh indonesia, masyarakat mem...

Pelaksanan pemilihan legislatif telah berlangsung pada tanggal 9 April 2014 yang di lakukan serempak di seluruh indonesia, masyarakat memilih wakilnya secara langsung melalui TPS yang telah di sediakan oleh  PPS sebagai perpanjangan tangan dari KPU. Proses pelaksanan pemilihan legislatif terdiri dari pendaftaran calon, kampanye calon, pemilihan, dan pengumuman hasil. 

Banyak hal yang harus di evaluasi terkait dengan pelaksanan beberapa tahap yang di jalankan oleh KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu. KPU merupakan komponen yang penting dalam menentukan kualitas pemilu yang telah di laksanakan, jika KPU bekerja dengan baik maka kualitas pemilu juga akan baik dan jika KPU bekerja kurang baik maka kualitas pemilu akan buruk. 

KAMMI Semarang memberikan evaluasi terhadap kinerja KPU Kota Semarang demi terjadinya sebuah perbaikan untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas terutama menghadapi pemilihan presiden beberapa bulan lagi. KAMMI Semarang menemukanbanyak kekurangan dan kesalahan yang dilakukan oleh KPU Kota Semarang dalam proses pelaksanan pemilihan legislatif.

Pertama, kasus yang paling banyak di temukan adalah politik uang (Money politic) yang dilakukan oleh para caleg yang bertarung di pemilihan legislatif, bahkan kasus ini terjadi di seluruh dapil yang ada di Kota Semarang dan sangat masif di lakukan oleh para caleg. Banwas yang bertugas dalam proses pengawasan proses pemilu juga menemukan banyak kasus politik uang akan tetapi laporan banwas kurang di respon oleh KPU Kota Semarang. 

Kedua, kesalahan yang “sangat fatal” yang di lakukan oleh KPU Kota Semarang dalam proses distribusi surat suara yaitu tertukarnya surat suara di beberapa TPS di Kota Semarang. Padahal alokasi anggaran guna sortir cukup besar lebih dari Rp. 300 Juta. 

Ketiga, Terjadinya manipulasi suara yang terjadi di beberapa TPS terutama di daerah Pedurungan, Gajahmungkur, dan Banyumanik. Ini menunjukan salah satu bentuk ketidak mampuan KPU dalam menjalankan tugasnya. 

Keempat, KAMMI Semarang sebagai salah satu representasi suara mahasiswa juga ingin menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja KPU dalam menyediakan pelayanan TPS kampus yang mengakibatkan banyaknya suara mahasisawa yang tidak terfasilitasi untuk berpartisipasi dalam pesta rakyat pemilihan legislatif.
 
Koordinator: Ashim Adzorif (087832262374)
Reactions: 

Related

Nasional 3728299171225963124

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item