flatnews

Testimoni Sahabat Kampus Anis Matta

Semalam Anis Matta diwawancarai tv one tentang aktivitasnya juga tentang Prabowo, dia bilang belum tidur semalam, dan itu biasa di hari-...



Semalam Anis Matta diwawancarai tv one tentang aktivitasnya juga tentang Prabowo, dia bilang belum tidur semalam, dan itu biasa di hari-hari biasa: tidurnya setelah subuh.

Dulu, di kampus, saya mengenal Anis Mata, adik kelas saya, sebagai anak yang dinamis. Dikenal cerdas, mobil, kritis, dan ini yg langka: dia intens mnghadiri forum diskusi kaum intelektual, banyak baca buku. 

Maka, ketika semua org mmperbincangkan Nurkholis Majid medio 80an, sebagai tokoh dengan pemikiran baru yang aneh, dan umumnya mahasiswa LIPIA secara apriori mengolok-oloknya padahal sering juga gak memahaminya.

Anis Matta justru setia menghadiri forumnya. Maka di saat teman-teman yang lain hanya bisa menvonis, Anis muda sudah mampu menjelaskan gagasan dan pemikirannya secara sistematis dan detail sembari menilai secara kritis. 

Saya menilai, manusia cerdas biasanya "berbeda". Sejak dulu, anis selalu hadir di majelis diskusi, forum siapapun, selain bahwa ia kutu buku. Yg menarik, dia mmbaca bukunya pada malam hari dan menghabiskan malamnya untuk itu, tidurnya habis subuh. 

Di LIPIA, saya mngenal 2 bintang: Anis dan Firdaus. Keduanya sama cemerlang, sama ahli pidato, bahasa Indonesia atau Arab, tapi Anis yang muncul. Kenapa? Berbeda dengan Firdaus yang cerdas tapi ga bergaul dan cenderung ga mau mendengar orang lain. Anis bergaul dengan siapa saja dan mau mendengar orang lain. Dibalik kata-katanya yang memotivasi, ia sesungguhnya org yang tawadhuk mndengar org lain bicara.

Kini ia telah mendapatkan momentumnya untuk hadir, untuk dinikmati pemikirannya oleh bangsa ini, termasuk oleh Prabowo yang siap jadi presiden. Yang saya sesalkan darinya adalah: study formalnya hanya S1. Ada satu lagi yang saya cemaskan menjadi penghalang ia diterima semua kalangan dan menjadi tokoh formal, meskipun bagi saya adalah keunggulan: anaknya yang 10 orang memiliki 2 ummi.


Menurutku, Indonesia harusnya berbangga memiliki seorng Anis Matta. Ia berpikir, berbicara, dan menulis, sama hebatnya.. Ah, butuh ruang yang luas untuk membicarakannya, tapi yang jelas ia memiliki fikroh, pemikiran dan kepribadian yang berbeda dengan tokoh cendekiawan lainnya.


Sumber: Wahid Ahmadi, mantan Aleg PKS Jateng
Reactions: 

Related

Nasional 5963944594707006241

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item