flatnews

190 KM Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional

SEMARANG – Beban Pemprov Jateng untuk pemeliharaan jalan provinsi dipastikan berkurang. Pasalnya, pada tahun 2014 ini, 190 km jalan pro...


SEMARANG – Beban Pemprov Jateng untuk pemeliharaan jalan provinsi dipastikan berkurang. Pasalnya, pada tahun 2014 ini, 190 km jalan provinsi telah diusulkan kepada pemerintah pusat untuk berubah status menjadi jalan nasional.

Kepastian itu diungkapkan Kabid Bina Tekhnik Dinas Bina MargaJateng Hanung Tri. “Ada 190 kilo meter jalan provinsi yang akan berubah status menjadi jalan nasional,”ungkapnya, Jumat (5/9) kemarin.

Proses peralihan status itu sekarang sudah diajukan, bahkan sudah dikaji dan disetujui. Peralihan itu disepakati mulai tahun 2015. Dimana akan dituangkan dalam surat perjanjian (MOU).
Hanya saja, karena anggarannya di pusat untuk 2015 sudah disusun, maka penanganan oleh pemerintah pusat baru akan dilaksanakan pada tahun 2016.

“Karena baru bisa ditangani oleh pemerintah pusat sejak tahun anggaran 2016, maka sampai 2015, pemeliharaannya masih tetap berada dibawah tanggungjawab pemerintah provinsi Jateng,”ujarnya.
Ditambahkannya, dari 190 km jalan yang akan berubah status menjadi jalan nasional itu diantaranya adalah ruas Rembang-Bulu-Blora-Cepu, Trengguli-Welahan-Margoyoso dan jalan lingkar Salatiga.

Kedepan anggaran yang selama ini dialokasikan untuk jalan-jalan tersebut, bisa dialihkan ke ruas jalan provinsi yang lain.

Hanung juga menyampaikan bahwa selama ini tidak ada penambahan panjang jalan provinsi, sebagaimana banyak diberitakan media. Namun yang ada adalah peningkatan jalan. Dimana dalam 1 tahun terakhir ini, ada 550 km jalan yang ditingkatkan/pelebaran.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kalangan dewan menuding Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo, sebagai gubernur wacana . Berbagai capaian pembangunan selama 1 tahun kepemimpinan Ganjar-Heru, ternyata tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan saat kampanye dulu.

Bahkan dalam 1 tahun pemerintahan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmiko, capaian pembangunan dibidang infrasetruktur jalan dibawah 2 persen.

Seperti diungkapkan anggota DPRD Jateng dari PKS Hadi Santoso. Berdasarkan data yang ada, di Dinas Bina Marga Jateng yang terkait infrasetruktur pencapaiannya ternyata jauh dari harapan.

Indikator kinerja dilihat dari prosentase proposi panjang jalan misalnya. Dari tahun 2013 sampai 2014 sekarang ini, kenaikannya hanya 0,22% atau 5,6 km.

"Kondisi jalan baik, kondisi sedang dan rusak, tahun 2013 adalah 86,70%. Setahun pemerintahan Ganjar, yaitu 2014 hanya naik 86,92%,"paparnya.

Sementara untuk prosentasi peningkatan proporsi panjang jalan provinsi sebagai jalan kolektor (MST > 8,0 ton) ternyata juga hanya 1,98% atau 50,799 km.

Tahun 2013 prosentasenya 67,62% (1.734,873 km) dan tahun 2014 jadi 69,60% (1.785,672 km).

Sementara prosentase peningkatan proporsi panjang jalan dengan lebar 6 meter, dalam 1 tahun hanya naik 3,7% atau 94,928 km. Tahun 2013 panjangnya 1.294,099 km sedang tahun 2014 jadi 1.389,027 km.

Lebih lanjut politisi dari Wonogiri ini mengungkapkan, untuk prosentase peningkatan proporsi panjang jembatan adalah 0,9903% atau 200,724 meter. Kondisi baik tahun 2013 20.593,720 meter, tahun 2014 20.794,444 meter. Kondisi sedang tahun 2013 adalah 5.242,276 meter, tahun 2014 sebesar 5.241,556 meter. Kondisi rusak 2013 sepanjang 232,000 meter, 2014 sepanjang 32,000 meter.

Prosentase peningkatan panjang jembatan sesuai standar bina marga lebar lebih dari 9 meter adalah 0,760% atau 198,177 meter.

Untuk prosentase proporsi pemenuhan peralatan/alat berat penunjang pemeliharaan jalan memang sudah lumayan. Sebab mencapai 13%.

Yang kurang banyak adalah prosentase peningkatan proporsi peralatan laboratorium. Dalam setahun ini hanya 2% dan peningkatan panjang jalan yang sudah dileger hanya 5,56%.

sumber: Fb Su'udi
Reactions: 

Related

Daerah 2925622926443894884

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item