flatnews

Anggaran Bintek Dewan Capai Rp 51 M, KP2KKN Nilai Tidak Wajar

SEMARANG – Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng menemukan kejanggalan dan ketidak wajaran a...


SEMARANG – Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng menemukan kejanggalan dan ketidak wajaran anggaran DPRD Jateng. Dalam APBD Jateng TA 2014 pos Sekretaris DPRD Jateng, ternyata terdapat anggaran bimbingan tekhnis yang sangat mencengangkan dan tidak wajar sama sekali.

Pasalnya, anggaran bimbingan tekhnis (Bimtek) 100 anggota dewan selama 1 tahun ternyata mencapai Rp 51,4 M. “Kami terus terang kaget dan tercengang setelah mencermati buku APBD Jateng TA 2014 pada pos secretariat dewan,” ungkap Sekretaris KP2KKN Jateng Eko Haryanto, Senin (7/9) kemarin.

Anggaran itu tercantum dalam buku APBD TA 2014 dengan kode rekening 1.20.1.20.04.24. dengan numenklatur ‘Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah’. Anggarannya ternyata mencapai Rp 51.439.273.000,00 (lima puluh satu milyar, empat ratus tiga puluh Sembilan juta, dua ratus tujupuluh tiga ribu rupiah).

Dipaparkannya, dengan anggaran Rp 51,4 M tersebut, menurutnya tidak masuk akal sama sekali kalau hanya habis untuk biaya bimtek 100 anggota DPRD Jateng dalam 1 tahun. Karena dengan anggaran Rp 51,4 M, kalau dibagi 100 anggota dewan, maka masing-masing anggota akan kebagian alokasi anggaran sebesar Rp 514.392.730,00.

“Dengan uang lima ratus juta itu, seandainya anggota dewan dalam 1 tahun (12 bulan) melakukan bimtek 12 kali, dengan asumsi 1 bulan bimtek 1 kali, maka biaya sekali bintek mencapai Rp 42.866.060,00,”bebernya.

Angka itu sangat tidak layak sama sekali. “Apa iya sekali bintek menghabiskan anggaran Rp 42 juta untuk setiap anggota dewan Apa yang saya sampaikan ini karena alokasi yang dianggarkan 1 tahun ternyata mencapai Rp 51,4 M,”imbuhnya.

Dia berharap, pimpinan dewan dan sekwan bisa memberikan penjelasan yang gamblang kepada publik. Apapun alasannya anggaran itu tidak patut/tidak logis. Dengan anggaran sebesar itu, apa benar akan bias meningkatkan kapasitas mereka sebagai anggota dewan. 

“Kalau begitu caranya, saya malah curiga motifasi mereka nanti hanya untuk mencari lungsum yang nilainya sangat besar sekali. Mereka akan sering melakukan bimtek ke luar daerah,”tukasnya.

Kabag Humas Sekwan Jateng Rani Ratnaningdyah saat dikonfirmasi mengakui adanya anggaran Rp 51,4 M di sekretariat dewan. Dia mengaku tidak bias menjelaskan secara terperinci, karena yang bias menjelaskan adalah bagian keuangan. “Memang ada anggaran itu. Itu untuk bimtek-bimtek anggota dewan,”akunya.

Dibeberkannya, dalam 1 tahun anggota dewan mendapat jatah bimtek sebanyak 3 kali. Jatah 3 kali itu sesuai panja yang ditandatangani oleh pimpinan dewan.

Yang menarik, masih menurut penjelasan Rani, jatah 3 kali itu sudah habis dilaksanakan oleh anggota dewan periode 2009-2014 yang baru purna tugas beberapa waktu lalu. Sehingga kalau memang sudah dilaksanakan, apa benar anggaran Rp 51,4 M habis untuk 3 kali bintek 100 anggota dewan?.

Dalam kesempatan itu, Rani juga menyampaikan saat ini 75 anggota dewan sedang melakukan bimtek 5 hari di Jakarta. “75 orang berangkat minggu ini, sedangkan sisanya 25 berangkat minggu depan. Ini adalah bimtek wajib yang diselenggarakan depdagri bersama dewan dari provinsi lainya se-Indonesia,”ukasnya.

Sumber: FB Su'udi
Reactions: 

Related

Daerah 2446868197216397877

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item