flatnews

Produk Teknologi Asing Jajah Indonesia, Industri Lokal Solusinya

Ketergantungan kita terhadap produk teknologi luar mempunyai akibat yang cukup serius. Keamanan sistem informasi dan komunikasi dalam neg...


Ketergantungan kita terhadap produk teknologi luar mempunyai akibat yang cukup serius. Keamanan sistem informasi dan komunikasi dalam negeri menjadi terancam. Hal ini dijelaskan oleh pakar keamanan sistem informasi dan kriptografi Pratama Persadha, di Warung Cikini Sabtu (1/11).

Pratama menjelaskan kita sering kali secara tidak sadar memanfaatkan layanan internet gratis seperti email atau cloud storage untukpenyimpanan data dan dokumen. Kita tidak tahu, seperti apa pemanfaatan data yang kita simpan di layanan-layanan tersebut yang secara “gratis” diberikan oleh pihak asing. Bila pejabat penting memakainya untuk menyimpan data rahasia negara atau informasi yang strategis, maka disitu kebocoran informasi yang menyebabkan kerugian negara muncul.

“Indonesia sekarang ini menjadi jajahan produk teknologi asing. Banyak teknologi asing yang digunakan untuk mengamankan data dan informasi baik di pemerintahan atau corporate dengan apa adanya, ini sangat bahaya”, jelas Pratama yang juga ketua lembaga riset CISSReC (Communication and Information System Security Research Center).

Saat ditanya bagaimanan solusinya, Pratama yang juga kandidat doktor Cyber Defence dari UI ini menjelaskan bahwa salah satu solusi yang terbaik adalah memakai produk buatan dalam negeri.

“Kita harus mendorong dan mendukung produk-produk keamanan sistem informasi dan komunikasi buatan anak bangsa. Negara bisa mengontrol. Bila mereka macam-macam lebih mudah kita tindak bersama. Tapi paling tidak nasionalisme anak bangsa dalam menciptakan karya mandiri suatu produk pengamanan informasi, bisa mengurangi pencurian data oleh asing”, tegasnya.

Dalam acara yang sama mantan anggota Komisi 1 DPR RI Ramadhan Pohan dan Ketua ID-SIRTII Rudi Luminto juga menegaskan bahwa Lembaga Sandi Negara perlu diberi kewenangan lebih besar. Terutama untuk mengelola informasi yang bersifat rentan terhadap intelejen asing.

“Selama ini DPR 2009-2014 selalu berusaha memberikan kewenangan yang kuat pada Lemsaneg, terkait pengamanan informasi, termasuk pemilu. Namun publik belum siap menerimanya”, jelas Ramadhan Pohan yang juga wasekjen Partai Demokrat tersebut.
Reactions: 

Related

Nasional 496140510620429280

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item