flatnews

Sistem Karaoke Terenkripsi, Solusi Pembayaran Royalti Musisi

Ketua CISSReC, Pratama Persadha. (Sumber: Istimewa) Pemberitaan beberapa waktu ini tentang royalti dan hak cipta lagu para musisi tanah...

Ketua CISSReC, Pratama Persadha. (Sumber: Istimewa)

Pemberitaan beberapa waktu ini tentang royalti dan hak cipta lagu para musisi tanah air di rumah karaoke membuktikan ini masih menjadi permasalahan serius. Sudah bertahun-tahun para musisi memperjuangkan haknya, namun sampai saat ini belum menemui titik terang. Praktis hanya dua rumah karaoke yang bersedia membayar sesuai harapan musisi.

Rumah rekaman yang menaungi para musisi juga mengalami dilema yang sama. Melalui Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRINDO) mereka menuntut hak kepada rumah karaoke. Ada dua hak lisensi yang diperjuangkan musisi dan rumah rekeman. Kedua hak lisensi itu adalah perizinan menggandakan lagu ke dalam server dan perizinan pengadaan video music untuk diakses berulang kali. ASIRINDO sendiri meminta Rp 1000,- setiap pemutaran video lagu di rumah karaoke.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Riset Keramanan Cyber CISSReC Pratama Persadha mengusulkan pengamanan sistem informasi sebagai solusi. "Ada baiknya selain advokasi, musisi dan  ASIRINDO bisa mengusahakan sistem informasi rumah karaoke yang mengamankan jaringan, aplikasi dan data base rumah karaoke. Ini sesuai dengan keinginan ASIRINDO untuk didibayar setiap pemutaran video lagu", jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan ASIRINDO bisa membuat Software Development Kit (SDK) aplikasi karaoke yang terkoneksi ke server ASIRINDO. "Jadi database penggunaan lagu rumah karaoke selalu terkoneksi ke server ASIRINDO," tambahnya.

Pakar keamanan cyber ini juga menjelaskan bahwa database penggunaan lagu rumah karaoke juga harus terenkripsi. "Enkripsi database berguna untuk mencegah modifikasi data penggunaan video lagu, sehingga jumlah pemutarannya tidak bisa diubah oleh rumah karaoke maupun teknisi komputernya. Data inilah yang terkoneksi ke server ASIRINDO, sehingga jumlah pemutaran lagu di ASIRINDO dan rumah karaoke sama. Musisi dan industri rekaman bisa mendapatkan haknya secara adil", jelasnya.

Untuk pengamanan jaringan, Pratama menjelaskan bahwa rumah karaoke dan ASIRINDO harus menggunakan secure VPN yang sudah terenkripsi. Ini bertujuan untuk mengamankan data yang tersinkronisasi antara database rumah karaoke dengan server ASIRINDO.

Selain itu, untuk mengamankan lagu dari pembajakan bisa digunakan digital signature dan aplikasi media player khusus dari ASIRINDO. "Penggunaan digital signature mencegah pembajakan, sehingga rumah karaoke dijamin akan mendapatkan file video lagu yang berkualitas dari ASIRINDO. Ini tidak akan memberatkan industri karaoke, karena dengan kualitas yang baik maka pengunjung juga akan lebih banyak", terang Pratama.

Konsekuensinya adalah ASIRINDO harus membuat rekaman khusus versi karaoke yang diberi digital signature dan hanya beredar di rumah karaoke yang bekerja sama resmi. Selain itu, ASIRINDO juga harus membuat SDK untuk dijadikan modul di aplikasi pemutar video lagu di rumah karaoke.

Penggunanaan sistem informasi rumah karaoke ini akan menguntungkan semua pihak. Musisi dan industri rekaman akan mendapatkan haknya, industri karaoke-pun akan memasuki babak baru dengan layanan yang lebih berkualitas sekaligus menghargai hak orang lain. "Namun yang tak kalah penting, negara mendapatkan peningkatan pemasukan dari pembayaran pajak. Pada akhirnya sistem informasi bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," jelas Pratama. (IDC)
Reactions: 

Related

Nasional 6566499172155231566

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item