flatnews

Indonesia, Medan Perang e-Commerce Dunia

2014 menjadi tahun dimana Indonesia dikejutkan oleh meledaknya e-commerce. Belumjelas berapa pastinya nilai transaksi dari e-commerce. P...



2014 menjadi tahun dimana Indonesia dikejutkan oleh meledaknya e-commerce. Belumjelas berapa pastinya nilai transaksi dari e-commerce. Paling tidak tren ini terlihat saat Lazada mulai menjual Xiaomi secara online.

Transaksi gadget memang menjadi tren di e-commerce. Lazada sendiri mempunyai saudara Zalora yang fokus ke fashion. Pemain lokal macam Blibli milik grup Djarum dan BCA juga mulai mengejar ketertinggalan. Buktinya, Blibli mulai meniru cara Lazada yang terbuka pada menerima seller.

Kesuksesan Blibli dan Lazada akhirnya menggoda Ebay untuk membuat Blanja.com dan Alibaba membuat Aliexpress Indonesia. Serangan e-commerce luar negeri membuat pemodal dalam negeri tidak tinggal diam. Emtek misalnya langsung menyuntikkan modal 100 milyar ke Bukalapak.

Selain itu transaksi lewat Tokobagus (OLX) dan kaskus diperkirakan tetap akan tinggi. Minat konsumen Indonesia pada barang-barang second masih menjadi peluang yang menjanjikan.

Walau terlihat cerah, namun ada beberapa sisi gelap e-commerce. Di Lazada misalnya, ada beberapa seller yang "tega" menjual barang rekondisi namun ditulis baru dan diklaim punya garansi. Beberapa kejadian membuat pembeli kecewa.

Smartphone rekondisi memang jamak ditemui, terutama unutk merek ternama BlackBerry dan iPhone. Beda lagi dengan Samsung yang diserang banyak barang KW. (IDC)
Reactions: 

Related

Tekno 2024720939409659346

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item