flatnews

Pakai Produk Lokal Tangkas Penyadapan Asing

Rusia cukup serius menanggapi himbauan Edward Snowden terhadap program PRISM yang dilancarkan National Security Agency (NSA) Amerika ...



Rusia cukup serius menanggapi himbauan Edward Snowden terhadap program PRISM yang dilancarkan National Security Agency (NSA) Amerika Serikat. Edward Snowden yang menjadi buronan setelah membocorkan program PRISM ke public ini kini mendapat suaka dan tinggal di Rusia.

PRISM merupakan program tersembunyi NSA dalam rangka menghimpund data dari seluruh dunia. Parahnya data itu juga dihimpun dari raksasa internet seperti Google, Apple, Microsoft, Facebook, Twitter dan masih banyak lagi.

Rusia yang sudah tahu jauh hari mulai mempersiapkan smartphone dengan Operating System yang belum banyak dipakai saat ini, yaitu Jolla Sailfish. OS ini dibuat oleh mantan pegawai Nokia yang kecewa setelah OS Meego garapan pabrikan Finlandia itu disingkirkan oleh Windows Phone.

Rusia melihat adanya kebutuhan mendesak untuk lepas dari ketergantungan pada android maupun iOS. Pemerintah Jerman bahkan sudah mengadopsi BlackBerry yang diperkuat software secusesmart untuk mengamankan komunikasi para petinggi negerinya dari penyadapan.

Pakar keamanan cyber Pratama Persadha melihat fenomena ini sangat wajar. Menurutnya penyadapan sudah masuk ke level yang lebih tinggi. “Kini mencuri informasi jauh lebih mudah, karena bagi pihak yang kurang paham, akan sukarela berkirim atau menyimpan data strategis di layanan gratis buatan asing,” jelasnya.

Menurut ketua lemabaga riset keamanan cyber CISSReC ini, Indonesia bisa saja mengambil langkah mirip dengan Rusia. “Indonesia juga harus waspada, tapi tak harus membuat OS atau smartphone sendiri. Bisa dengan memakai software pengaman buatan anak bangsa, buatan Lembaga Sandi Negara misalnya,” terang Pratama.

Ditambahkan olehnya, adanya penyadapan selama ini dipermudah oleh kurang mawasnya para pejabat, karena kurang paham ancaman pada mereka akibat lewat teknologi. “Selain membuat aplikasi yang mumpuni, pemerintah harus memperkuat edukasi bahaya serangan cyber kepada para pejabat,” lanjutnya.

“Para pejabat negara apapun levelnya ini memegang peran dan informasi strategis. Sebaiknya jangan mudah diketahui oleh pihak luar, apalagi intelejen asing. Kita bisa dipermainkan habis-habisan nanti,” tegas Pratama.
Reactions: 

Related

Tekno 6021998137345174223

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item