flatnews

Guardiola, Ada Apa Dengan City?

Penampilan loyo City jelas mengundang tanda tanya besar, ada apa? Kalau melihat track record Guardiola pun rasanya City tak harus bermain ...



Penampilan loyo City jelas mengundang tanda tanya besar, ada apa? Kalau melihat track record Guardiola pun rasanya City tak harus bermain buruk dan menelan 7 goal dalam dua pertandingan terakhir premiere league. lalu muncul pertanyaan, apakah benar Guardiola kehilangan magisnya?

Guardiola didatangkan City dengan sangat sulit. Pesaingnya ada Chelsea dan Manchester United. Bahkan City harus membuang Pellegrini sebelum kontrkanya habis. tak hanya itu, Guardiola jga meminta wewenang untuk mengontrol skuad, tanpa intervensi. Alhasil Joe Hart didepak ke Torino, sebuah pertanyaan besar dari fans Citizen.

Sebulan awal adalah masa bulan madu yang snagat indah bagi Guardiola dan fans City. Menang dengan skor besar dan bertengger di puncak klasemen. Orang-orang mulai memuji Guardiola yang sepeetinya akan membawa City berkuasa, seperti hal Barcelona di Spanyol dan Bayern Munich di Jerman.

Namun waktu membuktikan kenyataan berkata lain. Liga Inggris lebih keras dan pertarungan fisik lebih kuat. Alhasil Guardiola harus menghadapi kedalaman skuad yang tak begitu baik. Sektor kiper jelas tidak bermasalah. tapi lihatlah bagaimana City kelimpungan saat Kompany tak kunjung pulih.

Kompany sempat bermain, namun cederanya kembali pulih. John Stones cukup menjanjikan diawal, namun belakangan terlihat kurang jam terbang. Otamendi sering disebut bek terbaik eropa, namun fisiknya terlihat kurang saat menghadapi penyerang seperti Diego Costa. Alhasil beberapa kali Kolarov dipaksa mengisi jantung pertahanan, bukan pilihan terbaik memang. Guardiola pun terdengar ingin memanggil pulang bek yang dibuangnya, Mangala yang kini bermain di Valencia.

Lini tengah sebenarnya City cukup punya banyak pilihan. Namun pertikaian Pep dengan Yaya cukup mengganggu. Walau akhirnya keduanya rujuk, setelah Yaya meminta maaf dan Pep memainkannya. Namun pemain baru seperti Ilkay Gundogan belum bisa padu, terutama saat tampil menghadapai tim liga Inggris.

Masalah cukup serius ada di lini depan, bahkan sejak musim lalu. Kebergian Dzeko sejak musim lalu berimbas sampai sekarang. Musim lalu terlihat Aguero berjuang tanpa pelapis yang layak. Wilfred Boony yang dibeli City 40 juta pounds nyatanya tak punya kemampuan mumpuni bersama City. Dzeko walau sering dipasang sebagai pelapis oleh Mancini dan Pellegrini, namun setiap fans City bisa menilai bahwa pria Bosnia adalah seorang pencetak gol ulung.

Musim ini bahkan Aguero hanya punya pelapis seorang pemain muda yang belum teruji benar, Ikeanacho. Pemain muda jebolan akademi City punya potensi bagus, tapi jelas pelapis yang kurang memadai untuk mengatungi semua kompetisi lokal dan eropa.

Namun dari itu semua, masalah utama kini adalah gaya main Guardiola yang sudah sangat diketahui oleh lawan-lawannya. Praktis pendekatan Pep tidak banyak berubah sejak di Barcelona. Gaya main bola-bola rapat dan pressing ketat terlihat mati kutu menghadapi Leicester yang menarapkan long passing saat menyerang.

Suara-suara sumir meragukan Guardiola mulai muncul. Sebelumnya manajer Chelsea Antonio Conte sempat mengalami situasi yang sama. Namun transformasi 4-3-3 ke 3-4-3 berhasil menyelamatkan karirnya dan membuat Chelsea aman di puncak klasemen. Akankah Guardiola bisa lolos dari lubang jarum yang sama? Kita tunggu saja..
Reactions: 

Related

Bola 1785159744989450157

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item