flatnews

Jejak Berdarah Iran di Suriah

2011 , awal pemberontakan di Suriah, Iran memberikan rejim Assad peralatan intelejen dan senjata canggih untuk menumpas aksi perlawanan r...




2011, awal pemberontakan di Suriah, Iran memberikan rejim Assad peralatan intelejen dan senjata canggih untuk menumpas aksi perlawanan rakyatnya. Iran sebelum pada 2009, sukses membasmi gerakan protes mahasiswa di Teheran dan selanjutnya mengirim blue print-nya kepada Assad.

2012, seiring meningkatnya perlawanan rakyat, Iran memberikan bantuan militer dan ekonomi 14 milyar dollar ke Suriah. Untuk mencegah kejatuhan rejim Assad, Iran menempatkan pasukan garda revolusinya dan memobilisasi milisi Hezbullah Lebanon untuk berperang di Lebanon. 10 tahun, reputasi Hezbullah sebagai kelompok perlawanan Israel di Lebanon di mata Arab dan dunia Islam sejak itu rusak karena ambisi imperial Syiah Iran.

2013, Iran mengirim 4000 kontingen pasukan garda revolusi ke Suriah. Iran juga mengakui untuk pertama kalinya, tewasnya beberapa jenderal dan perwira tinggi mereka dalam perang Suriah. Pernyataan tersebut secara tersirat menandai pengakuan keterlibatan Iran secara langsung dalam perang di Suriah.

2014, Iran kembali memperkuat dukungannya kepada rejim Assad dengan senjata dan SDM. Menurut pejabat IRGC,“Pasukan revolusioner Iran terlibat langsung dalam pertempuran melalui instruksi para komandan Militer Qud,” sehingga secara efektif mengaburkan garis siapa yang sebenarnya mengendalikan operasi lapangan di Suriah.

2015, Iran menghabiskan kembali 35 milyar dollar untuk menopang Assad yang kritis. Jenderal Iran Qassem Soleimani, Komandan Korps Revolusi Islam Iran (IRGC) Al Quds melobi Moskow untuk terlibat perang secara langsung melalui dukungan serangan udara. Seiring mengeringnya sumber daya, Iran juga memobilisasi besar-besaran pemeluk Syiah di seluruh dunia untuk berperang di Irak dan Suriah. Pada tahun itu pula, IRGC membentuk "Pasukan Pembebasan Syiah" yang bertempur di 3 front, Irak, Suriah dan Yaman. Untuk mendukung kemenangan di Suriah, Iran menggelontorkan tidak kurang 35 milyar dollar.

2016, sejak itu, Iran mengubah peta perang di Suriah, melalui sepak terjang pasukan garda revolusi IRGC, mobilisasi milisi Syiah, Hizbullah dan dukungan serangan udara Rusia yang keji dan tanpa kenal ampun.

Perang di Suriah kini lebih merefleksikan perang Iran melawan kelompok sunni ketimbang perang rejim Assad versus kelompok oposisi. Iran berambisi membentuk imperium sektarian Syiah melalui poros Teheran, Baghdad, Damaskus dan Beirut.

Seiring kejatuhan Aleppo, Jenderal Hossemi Salam menyatakan bahwa target berikutnya Iran adalah Bahrain dan Yaman. Dalam konteks ini pula, Iran dapat disebut bertanggung jawab atas musnahnya nyawa 500 ribu penduduk Suriah dan terusirnya 6 juta lainnya dari kampung halaman.

Apologi Presiden Hasan Rouhani bahwa blunder Iran tidak dalam rangka menyebarkan ideologi Syiah dan memerangi musuh-musuh Islam, sungguh tidak dapat diterima akal sehat dan tidak berdasarkan realitas di lapangan. Namun diatas itu, kejahatan kemanusiaan Iran dan Rusia sangat sulit dihapus dari memori umat Islam di seluruh dunia.

Sumber: Ahmad Dzakirin (Permata FM)
Reactions: 

Related

Internasional 6426817374077847138

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item