flatnews

Kenali Peta Perang Suriah yang Kompleks

Perang Suriah berawal dari menyebarnya Revolusi Arab Spring pada Maret 2011. Sekelompok anak muda melakukan aksi corat-coret graviti menuntu...

Perang Suriah berawal dari menyebarnya Revolusi Arab Spring pada Maret 2011. Sekelompok anak muda melakukan aksi corat-coret graviti menuntut turunnya rezim Bashar Al Assad. Polisi menangkap dan menyiksa para pelaku graviti. Kabar menyebar luas dan menimbulkan unjuk rasa. Tindakan kekerasan dan penembakan pun dilakukan oleh aparat keamanan Suriah. Inilah yang menimbulkan gelombang perlawanan di dalam negeri.



Pertempuran berlangsung panjang sampai 5 tahun, namun publik seolah hanya tahu pertempuran antara ISIS vs Rezim Bashar Assad. Padahal pertempuran jauh lebih kompleks daripada itu. Keterlibatan negara lain karena Suriah mempunyai posisi strategis dalam konstelasi Global, tidak hanya masalah Sunni-Syiah, lebih jauh terkiat pembagian kekuasaan politik dan ekonomi dunia.

Dalam 5 tahun terakhir tidak jelas berapa korban perang Suriah sesungguhnya, ada estimasi lebih dari 500.000 nyawa melayang. Di tahun 2013 disebutkan Bashar Al Assad telah melakukan lebih dari 50.000 pembunuhan, lebih banyak dari sang ayah. Hafez Al Assad (ayah Bashar Al Assad) semasa menjadi Presiden Suriah, pada 1982 melakukan pembantai 30.000 orang, dengan tuduhan berkomplot dengan Ikhwanul Muslimin untuk melakukan pemberontakan, yang sampai sekarang tidak terbukti.

Kekejaman Bashar Al Assad dan pasukannya membuat lebih dari 50 jendral angkatan perang Suriah melakukan desersi dan bergabung dengan pasukan pembebasan Suriah. Di tengah perang Suriah muncul ISIS yang entah darimana tiba-tiba menjadi kekuatan yang cepat mengambil alih beberapa wilayah Irak dan Suriah.

Keberadaan ISIS di utara Suriah dan perbatasan Irak membuat Gerakan Kurdi Merdeka (YPG) mendapat sejumlah pasokan senjata untuk melawan ISIS, sekaligus melakukan ancaman kepada Turki. Karena selama ini Kurdi ingin menjadi negara sendiri dan salah satunya berbatasan langsung dengan wilayah Turki.

Berikut grafis menjelaskan peta pasukan dan dukungan dalam peperangan Suriah.

1. Pendukung Bashar Al Assad



Pendukung utama Assad adalah Iran dan Rusia. Dalam pertempuran Aleppo terakhir, Rusia bertugas melakukan serangan udara dan Iran lewat pasukan elit garda revolusi-nya melakukan penyapuan di darat. Banyak penduduk muslim sunni yang ketakutan. Pasukan syiah ini tak hanya melakukan pembunuhan pada setiap pihak yang dicurigai pendukung pasukan pembebasan, namun juga melakukan banyak pemerkosaan pada wanita Aleppo.

Sentimen sektarian terlihat jelas dari dukungan pasukan etnis syiah Irak dan Afghanistan yang turut dalam peperangan mendukung Assad.


2. Pendukung Pasukan Pembebasan Suriah



Pasukan pembebasan Suriah ini banyak didukung oleh Turki, AS, Saudi dan Qatar. Ada beberapa faksi, beberapa diantaranya Jabal Nusra, Ahrar Al Asham dan Free Syrian Army yang diisi para tentara yang membelot karena kekejaman Assad pada penduduk Suriah.

Yang patut dicatat adalah pasukan pembebasan ini juga berperang melawan ISIS, sebagaimana yang juga dilakukan pasukan Assad serta pendukungnya. Jadi ini memang bukan dua kubu yang bsa dilihat kasat mata.

AS jelas punya kepentingan untuk menghalau pengaruh Rusia di Timur Tengah. Saudi dan Turki sebagai representasi Sunni jelas tak ingin pengaruh Iran semakin besar. Apalagi pasca invasi Irak pada 2003 lalu, Iran jelas mendapat konsesi berkuasa di Irak langsung dari AS.


3. ISIS dan Kurdi



ISIS menjadi semacam pihak utama yang disalahkan dalam perang Suriah, apalagi dengan segala tindakan sadisnya yang diekspos di media sosial. Dala sebuah kesempatan, baik Obama maupun HIllary Clinton sempat menaku bahwa ISIS adlaah kreasi AS. Khas peperangan asimetrik dimana AS akan mengambil keuntungan dengan situasi yang serba tidak bisa ditebak.

ISIS mengancam tidak hanya Suriah, tapi juga Turki. Beberapa pemboman di Turki dilakukan oleh ISIS. Pihak AS dan Eropa relatif mengambil sikap pasif, agar ISIS bisa mengganggu stabilitas Turki. Pun ditambah pasukan pemberontak Kurdi yang juga disatu sisi melawan ISIS, disisi lain juga menyerang Turki. Pasukan Kurdi ini secara terang-terangan disokong oleh AS.

AS dan Sekutunya ingin menjadikan Turki sebagai Suriah versi milik mereka. Pembagian kekuasan antara AS dan Rusia di Timur Tengah. Karena itulah sejulah kudeta gagal terhadap Erdogan adalah desain AS. Ini yang menyebabkan Erdogan langsung memperbaiki hubungan dengan Rusia. Kasus penembakan pesawat Sukhoi Rusia di perbatasan Turki juga adalah atas perintah Jenderal CTurki yang melakukan kudeta gagal.

Situasi ini yang menyebabkan Turki belum bisa banak berperan dalam usaha perlawanan terhadap pembantaian Aleppo. Saudi sudah mengusir dubes Iran dan Rusia.

Sumber gambar: Guardian
Editor: IDC
Reactions: 

Related

Internasional 9168125424287419514

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item