flatnews

Susahnya Menjadi Turki di Konflik Suriah

1) Yang kemarin menuduh Turki mendukung İSİS dkk, ternyata Turki jadi korban paling besar dari kejahatan İSİS langsung di negaranya, Turki...



1) Yang kemarin menuduh Turki mendukung İSİS dkk, ternyata Turki jadi korban paling besar dari kejahatan İSİS langsung di negaranya, Turki memerangi langsung İSİS di Suriah dan İrak, sekarang Erdogan mengancam dan klaim justru Barat bersekongkol dengan İSİS dkk. Perlu dipahami bahwa Turki memiliki musuh bukan hanya İSİS, tapi juga PKK yang berkamuflase dengan nama PYD, YPG, TAK, PKK dsb yang jelas didukung AS dan EU. Masih menuduh Turki mendukung teroris?

2) Merapatnya Turki ke Rusia, bukan karena berada dalam satu aliansi, tapi karena kesamaan misi mereka menyelesaikan konflik di Suriah, di mana Barat justru membiarkan konflik ini terus berlanjut. Turki tetap mendukung kelompok pro revolusi, Rusia tetap dukung Assad. Anomali? İya, tapi sikapnya jelas dan niat untuk menghentikan konflik ada. İtulah sebabnya Turki mengajak Saudi. Kenapa tidak mengajak Barat? Capek.

3) İni tikungan berbahaya bagi Turki karena lagi-lagi berani nyolek AS dan Europe, apalagi dengan tuduhan konspirasi segala mengingat Turki masih berada dalam aliansi strategis dengan mereka. Turki ibarat bisul buat mereka. Bisa jadi memburuk jika sikap Barat tak melunak ke Turki terutama dalam kasus refugee di mana Turki butuh duit banyak, juga tuntutan untuk masuk EU di mana Turki makin muak dengan permainan Eropa. Merapatnya Turki ke poros Rusia atau Shanghai 5 bisa jadi tikungan berbahaya, jika hubungan semu dengan Rusia tidak dijadikan nyata.

4) Sekaligus menjawab tuduhan pro Assad di İndonesia yang nampaknya tidak mampu melihat permasalahan di Suriah dengan jernih. Perlu diketahui bahwa pertikaian di Suriah itu terjadi antara dua kubu: kubu Assad dan kubu prorevolusi/demokrasi. Paling banyak jatuh korban adalah di wilayah yang dikuasai oleh kelompok prorevolusi, di mana kelompok ini dianggap oleh Assad sebagai teroris. Padahal mereka adalah kelompok revolusi yang diakui oleh dunia internasional sebagai pihak yang bertikai. Perhatikan mereka yang sering menyebut kelompok ini sebagai teroris adalah mereka yang pro Assad. Saya sudah bahas ini di tulisan saya di ROL. Karena Turki mendukung kelompok ini, maka akses bantuan NGO internasional masuk via Turki ke wilayah terdampak yang dikuasai oleh kelompok prorevolusi.

İHH beroperasi di wilayah ini, misalnya. Apakah mereka bekerja juga di wilayah yang dikuasai Assad? Silakan cari di manapun, tidak ada NGO independent termasuk PBB yang bisa mengakses wilayah ini. İngat kasus Madaya? Di mana orang-orang kelaparan? Assad memblokade jalan masuk. Jadi jika ada bantuan yang masuk ke wilayah prorevolusi lalu disebut sebagai kelompok teroris, dapat dipastikan mereka ini pendukung Assad karena narasi mereka sama. Tidak mampu melihat kasus ini dengan adil. Apalagi pasti menjelek-jelekkan Turki.


Sumber: FB Herriy Cahyadi
Reactions: 

Related

Internasional 6043723309534209542

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item