flatnews

Wanita Aleppo Memilih Bunuh Diri Daripada Diperkosa Tentara Syiah

Di tengah ikhtiar tanpa henti tim ACT-MRI untuk meringankan duka warga Aceh, kabar nestapa kembali terdengar dari salah satu kota terbesar...



Di tengah ikhtiar tanpa henti tim ACT-MRI untuk meringankan duka warga Aceh, kabar nestapa kembali terdengar dari salah satu kota terbesar di Suriah, yakni Aleppo.

Beberapa hari terakhir, Aleppo memang menjadi titik utama pertempuran antar berbagai faksi di Suriah. Kini, kota tersebut telah jatuh sepenuhnya ke tangan rezim. Dan seperti kejadian-kejadian sebelumnya, korban yang jatuh tidak hanya berasal dari mereka yang memegang senjata, namun juga warga sipil termasuk wanita dan anak-anak yang tidak berdosa.

Kengerian yang terjadi di Aleppo, tercermin dari laporan-laporan yang menyatakan bahwa banyak wanita Suriah di sana yang memilih untuk mengakhiri hidupnya demi menjaga kehormatannya. Bagaimana tidak, entah sudah berapa jumlah wanita yang diperkosa oleh pasukan rezim, tidak sedikit pula yang kemudian dibunuh secara keji.

Kini di jalanan kota Aleppo, tidak ada pemandangan selain kehancuran dan mayat-mayat yang bergelimpangan. Warga yang masih hidup tidak lagi bisa memindahkan mayat-mayat tersebut akibat tidak henti-hentinya serangan bom dan desingan peluru yang mengelilingi mereka.

Seolah itu semua belum cukup, cuaca dingin juga menyiksa dan memakan korban jiwa. Dilaporkan ada banyak lansia yang tewas akibat dinginnya cuaca dan minimnya penghangat seperti selimut dan pakaian yang tebal.

Dan yang paling menderita, tentu para anak-anak Suriah. Masa kecil mereka 180 derajat berbeda dengan masa kecil kita di sini. Gambar yang mereka buat, bukanlah sawah dan gunung beserta matahari cerah yang dengan indah menyinari, melainkan langit yang dihiasi pesawat tempur dan rudal, serta jalanan yang dialiri sungai darah dan mayat-mayat di sekelilingnya.

Sahabat, sungguh masih banyak info dan laporan langsung dari mitra ACT di sana yang belum tersampaikan. Sungguh kondisi saudara-saudara kita di sana teramat sangat mengerikan dan membutuhkan aksi serta kepedulian nyata dari kita. Sungguh kita harus amat sangat bersyukur dengan kehidupan kita di Indonesia. Sungguh apabila hati kita tak tergerak untuk sekedar peduli padahal kita mengetahui, mungkin hati kita lah yang perlu diselamatkan..


Sumber: ACT
Reactions: 

Related

Internasional 2915704466395690217

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item