flatnews

JP Morgan Keok Lawan Sri Mulyani

Ada teman bertanya kepada saya apa beda JP Morgan dengan Bloomberg dalam laporannya. Mengapa JP Morgan menempatkan rating Indonesia dari o...



Ada teman bertanya kepada saya apa beda JP Morgan dengan Bloomberg dalam laporannya. Mengapa JP Morgan menempatkan rating Indonesia dari overweight ke underweight. Artinya bobot nilai saham atau obligasi ( BOND ) indonesia lebih buruk di bandingkan lainnya. Yang boleh di katakan tidak bisa diharapkan. Saya jelaskan bahwa perbedaannya terletak pada penyajian informasi. Bloomberg memberikan data yang telah terjadi dan JP Morgan memberikan data yang belum terjadi , bersifat opini. Namun keduaya adalah laporan berkala yang bisa saja setiap waktu berubah sesuai dengan kondisi pasar. Mengapa ada perbedaan ? Karena penyajian laporan itu dengan maksud dan tujuan berbeda. Bloomberg bertujuan memberikan indikator data kepada konsumennya, sementara JP Morgan bertujuan memberikan opini untuk mempengaruhi konsumennya dalam mengambil keputusan bersikap. Makanya JP Morgan memang tidak perlu menjelaskan secara detail atas laporan yang di buatnya. Ya namanya saja ramalan.

Apa yang di lakukan JP Morgan terhadap Indonesia juga di lakukannya kepada negara lain. Dan ini bukan yang sekali ini saja di lakukan JP Morgan, tahun 2015 JP Morgan menempatkan Indonesia juga underwight tapi nyatanya ramalannya tidak ada pengaruh apapun karena tidak terbukti. Justru di tahun 2015 Indonesia berhasil melewati hal tersulit seperti Reformasi MIGAS dan Anggaran. Lantas mengapa sekali ini JP Morgan harus menerima hukuman keras dari Indonesia sehingga kehilangan semua jasa yang di jualnya kepada pemerintah seperti sebagai bank persepsi Tax Amnesty, dan underwriter Bond. Mengapa ? karena Menteri Keuangannya adalah SRI Mulyani yang juga mantan Managing Director World Bank. Semua tahu dan apalagi SMI sangat paham bahwa Lembaga sekelas JP Morgan yang merupakan TOP underwriter surat berharga terbesar di dunia sudah bertidak layaknya ditaktor Ekonomi secara global. Senjata yang paling ditakuti oleh setiap negara adalah Laporan JP Morgan, yang bagaikan senjata nuklir yang bisa membuat luluh lantak pereknomian suatu negara.

Karena sekali JP Morgan membuat laporan buruk terhadap suatu negara maka akan terjadi instabilitas perekenomian nasional. INvestor akan panik dan terjadi rush pelepasan saham serta surat berharga sehingga CDS kita akan terkerek keatas, mata uang akan tumbang dan hanya masalah waktu negara itu akan jatuh, termasuk pemerintahannya. Jadi secara tidak langsung JP Morgan adalah momok yang ditakuti oleh negara berkembang yang berlandaskan kepada sistem demokrasi. Namun itu semua tidak berlaku sekarang bagi Indonesia. Apalagi kementerian keuangan di komandani oleh SMI yang punya sikap " jangan pernah lelah mencintai Indonesia.". JP Morgan di hukum dan Indonesia tidak takut ambil resiko karena itu. Karena di dunia yang serba terbuka dan jalur informasi terbuka lebar, orang tidak mudah di pengaruhi oleh opini subjektif apalagi tanpa data yang bisa di pertanggung jawabkan.

Dengan sikap tegas SMI ini semakin menunjukan kelas kita sebagai negara yang tidak pernah takut dengan ancaman dan resiko apapun dari luar. Kita harus bangga karena saat ini Indonesia memiiki dua srikandi hebat , yaitu Ibu Susi dan Ibu SMI yang tak pernah takut menghadapi tekanan Asing , dan percaya bahwa Indonesia terlalu besar untuk di permainkan oleh negara manapun. Tanpa dukungan penuh dari seorang Jokowi , tidak mungkin mereka berdua begitu gagahnya berdiri diatas segala resiko untuk negeri yang mereka cintai.


Sumber Erizeli Jely Bandaro
Reactions: 

Related

Nasional 2098682742552899881

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item