flatnews

Bondan Winarno, Lidah yang Independen

LIDAH YANG INDEPENDEN. Bagaimana seorang pengulas makanan di televisi seperti almarhum Bondan Winarno bisa dipercaya independensi lidahnya?...

LIDAH YANG INDEPENDEN. Bagaimana seorang pengulas makanan di televisi seperti almarhum Bondan Winarno bisa dipercaya independensi lidahnya? Bagaimana kita percaya bahwa akreditasi "mak nyus" yang ia sematkan pada sebuah menu tidak tercemar iklan dari pemilik warung atau restoran?
Ia pernah bercerita, salah satu cara menjaga independensi lidahnya adalah membayar sendiri setiap makanan yang ia coba. Alias ia menolak makanan gratis. Makanan gratis, menurutnya, cenderung membuat orang berkomentar sesuai keinginan yang menraktir.
Itulah prinsip "pagar api" dalam jurnalisme. Cerita Bondan kami kutip dalam pembahasan Kode Perilaku anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) saat Kongres di Solo, dua hari sebelum Bondan mangkat.
Kode Perilaku AJI mengatur bahwa wartawan tak boleh begitu saja menerima fasilitas dari narasumber dalam peliputan-peliputan. Misalnya, tak boleh seenaknya menumpang transportasi yang disediakan narasumber kecuali dalam kondisi bencana, konflik, atau liputan di area dengan akses khusus seperti fasilitas militer, Taman Nasional, atau obyek vital negara.
Jika jurnalis mendapat fasilitas seperti bea siswa peliputan atau meliput untuk ikut lomba/sayembara tertentu, maka ia wajib memberitahu kepada pembaca atau penontonnya. Begitulah standar anggota AJI untuk memastikan independensi dalam karya-karyanya.
Terima kasih, Mas Bondan, untuk inspirasinya. Sekali lagi, selamat jalan.
Reactions: 

Related

Nasional 7751462642157411219

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Promo Gamis SAMARAH

Random News

item