flatnews

Profil Ahmad Redi, Peraih Gelar Doktor Tercepat yang Jadi Ketua IKA FH Undip

Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (IKA FH Undip) menggelar Munas untuk menentukan sang Ketua Umum pada Minggu 28 Maret 202...

Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (IKA FH Undip) menggelar Munas untuk menentukan sang Ketua Umum pada Minggu 28 Maret 2021 di Hotel Grand Whiz, Jakarta. 

Memperhatikan situasi pandemi di Indonesia, pelaksanaan Munas II ini digelar secara hybrid dengan menggabungkan mekanisme luring dan daring.

Bahkan, semua panitia dan peserta yang hadir menjalani swab test terlebih dahulu dan menerapkan protokal kesehatan yang sangat ketat.

Pemilihan Ketua Umum tersebut dilakukan melalui e-voting dengan jumlah pemilih 1.146 dari total 1.946 peserta terdaftar IKA FH.

Adalah Ahmad Redi yang berhasil mengungguli tiga calon lainnya dengan memperoleh jumlah suara 28,60 persen atau 333 suara.

Jumlah pemilih Laksma TNI Joko Sulistyanto 28,09% atau 327 suara. 

Sedangkan Teuku Raja Rajuandar sebanyak 23,36% atau 272 suara dan Nukila Evanty 19,93% atau 232 suara.  Dari hasil perolehan suara tersebut sidang munas menetapkan Ahmad Redi sebagai Ketua Umum IKA FH Undip periode 2021-2025.

Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum IKA FH Undip, Redi sapaan akrabnya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Menurutnya diamanahi sebagai Ketua Umum merupakan musibah baginya. 

"Ketika saya dinyatakan terpilih sebagai Ketua Umum maka saya anggap itu sebagai musibah. Saya teringat konsep amanat kepemimpinan dalam agama saya, bahwa "Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanat dan pada hari akhirat kepemimpinan itu adalah rasa malu dan penyesalan, kecuali orang yang mengambilnya dengan hak serta melaksanakan tugas kewajibannya."

Memimpin IKAFH pun demikian, amanatnya sangat besar karena menyangkut berbagai kepentingan kebaikan dan kemanfaatan bagi para alumninya." katanya.

Anggota tim ahli perumus omnibus law itu juga berharap sudah tidak ada lagi kubu dari masing timses karena tujuan mereka sekarang adalah demi almamater, alumni dan negeri sebagaimana tema Munas II "Sinergi dan Kontribusi Alumni Untuk Negeri.

Saat ditanya perihal kontribusi nyata apa yang akan diberikan kepengurusannya nanti, Redi menjawab sudah menyiapkan sejumlah program.

 "Saya memiliki program prioritas saya dan program strategis munas yang akan saya jalankan bersama kepengurusan saya" ucapnya.

Redi melanjutkan program kerja yang sudah dia susun yakni database alumni, mas dan mba asuh, pusat forum alumni, dan dana abadi alumni.

Dalam dunia hukum, kiprah Ahmad Redi tak perlu dipertanyakan lagi. Pria berkacamata tersebut merupakan peraih gelar doktor tercepat dalam sejarah FH UI. 

Selain menetapkan Redi sebagai Ketua IKA FH Undip, dan memberi waktu 30 hari untuk menentukan pengurus, Munas juga menetapkan Kepengurusan IKA FH Undip periode 2016-2020 demisioner.

Sebelumnya, IKA FH diketuai oleh Prof Arief Hidayat Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015-2017.

Berbagai kegiatan yang dilakukan selama masa kepengurusan berupa 1st Indonesia HR Journey & Expo 2017, “How to Stay Relevant in the Future?” , seminar nasional ekonomi pancasila, dan pembekalan Calon Hakim Alumni FH UNDIP.

Kemudian, Simposium Nasional: Menuju Indonesia Berdaulat Energi, jalan santai dan donor darah, Diskusi RUU KUHP, sharing profesi bersama alumni Diponegoro, Virtual Fun Run dan Sosialisasi Sukuk Ritel SR014.

Sebagai informasi FH Undip sudah berdiri sejak tahun 1957 namun IKA FH Undip baru berdiri pada 16 November 2016 silam. 

Selain Arief Hidayat, turut hadir Dekan FH Undip Retno Saraswati dan Ahmad Muqowam ketua DPP IKA Undip yang juga Wakil Ketua DPD RI.

Profil Ahmad Redi

Dr. Ahmad Redi, S.H.,M.H lahir di Seribandung, Ogan Komering Ilir, Sumsel, 27 Februari 1985. Redi menyelesaikan sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 2007. Magister hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2009 dan menyelesaikan doktor ilmu hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2013. 

Redi telah memiliki berbagai pengalaman di bidang hukum terutama Hukum Pertambangan.

Saat ini bekerja sebagai dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara, sebelumnya merupakan pegawai di Kementerian Sekretariat Negara dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Subbidang Sumber Daya Alam, Deputi Bidang Perundang-undangan. 

Ia juga aktif sebagai tenaga ahli dan konsultan ahli penyusunan peraturan perundang-undangan baik di Pemerintah, pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan United Nations Development Program. 

Aktif sebagai penulis, peneliti, dan pembicara seminar, lokakarya, konferensi, dialog di televisi, ahli di Mahkamah Konstitusi, pengadilan negeri, dan pengadilan tata usaha negara.

Pria yang lekat menggunakan topi tersebut juga aktif mengeluarkan publikasi berupa buku, antara lain Hukum Pertambangan (PT Gramata Publishing, 2014), Hukum Sumber Daya Alam Sektor Kehutanan (PT Sinar Grafika,2014), dan Hukum Penyelesaian Sengketa Pertambangan (PT Sinar Grafika, 2016).

sumber : reqnews.com

Related

Nasional 7317424861402335948

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Random News

item