flatnews

ISIS Bergeser ke Kawasan Khorasan

  Setelah hengkang dari Iraq pd sept 2019, Daish ( Khilafah Islam) kini semakin memperkuat posisinya di Khorasan yg meliputi sebagian wilaya...

 


Setelah hengkang dari Iraq pd sept 2019, Daish ( Khilafah Islam) kini semakin memperkuat posisinya di Khorasan yg meliputi sebagian wilayah Afganistan, Iran, Pakistan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan. Sebagian kekuatan Taliban juga telah bergabung dg Daish. Untuk memperkuat legitimasinya, Daish mengintensifkan propaganda dg mengutip hadist hadist akhir zaman.
Ketika Daish Khorasan mulai menguat, Presiden AS umumkan rencana penarikan pasukannya dari Afganistan yang akan selesai pada 11 Sept 2021”. AS hanya akan menyisakan pasukan kontra teror (sekitar 400 orang ). Diduga ada dua alasan penarikan yakni geopolitik telah berubah dg jatuhnya Iraq dibawah pengaruh AS dan penghematan (beaya pasukan di Afgan sdh habiskan 1 trily US dolar).
Kemungkinan akan berlangsung konflik yg berkepanjangan di Afganistan antara pemerintah yang syah, sebagian Taliban ( yg menolak damai ) dan Daish.Bagi Daish, situasi seperti itulah yang dikehendaki sesuai dg doktrin, “ perlu adanya medan jihad atau daerah konflik “ untuk membangun kekuatan terorisme secara global.
Seperti kita ketahui bersama , Anshar Ad Daulah ( JAD) dan onderbownya adalah bagian dari Daish sejak adanya pernyataan “baiat” pada Sept 2014. Potensi ancaman terorisme di Indonesia diperkirakan belum akan surut. Isu polarisasi yg muncul sejak 2016 sebaiknya secepatnya diakhiri. Dan kebijakan preventip ( strategis ) perlu lebih dikedepankan, disamping langkah repressip ( taktis ).

Pemboman Makasar

Menjelang hancurnya ISIS di Iraq dan Syria pada 2019, Abdullah Al Bagdadi menyerukan agar pengikutnya hijrah ke Khurasan yg meliputi beberapa bagian wilayah Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmensitan, Uzbekistan. Abu Walid, pengikut senior asal Klaten, dari pertahanan ISIS terakhir di kota Bagous ( perbatasan Syria - Iraq ) menyerukan hal serupa ditujukan kpd pengikut ISIS asal Indonesia.
Syaifullah, tokoh ISIS yang bersembunyi di Khurasan diduga terlibat dalam mendanai peledakan di Makasar. Melalui situs An Naba, salah seorang pimpinan ISIS Khurasan ,Abu Abdullah Al Syami menyatakan bahwa ISIS terlibat aksi di Makasar tersebut.
Dua hari setelah peledakan di Makasar, ISIS juga melancarkan serangan terhadap kota Palma ( Mozambiq ) yg terletak di perbatasan Mozambik - Tanzania. Palma merupakan kota strategis, lokasi proyek gas raksasa milik Perancis.
Perpindahan pusat kekuasaan ISIS ke Khurasan, didahului dengan kampanye secara luas tentang hadish - hadish “akhir zaman” . Kampanye ttg kemunculan Dajjal dan Imam Mahdi tersebut merupakan bagian dari penguatan landasan ideologis utk memompa semangat perlawanan dg mengeksploitasi makna hadist hadist tsb.
Selayaknya kita menambah kewaspadan. Tidak cukup dengan langkah repressip, perlu dibarengi dengan langkah preventip ( pencegahan ). Suatu perlindungan terhadap masyarakat, tentu saja dengan melibatkan para ulama,karena mereka yang memahami ajaran agama khususnya hadish akhir zaman.
Menjadi tanda tanya besar, kenapa Offensip ISIS bersamaan dg persiapan penarikan pasukan AS / NATO keluar dari Afganistan. Adakah kaitannya dengan konflik di Uighur ( Xin Chiang ) yg akhir akhir ini dipersoalkan oleh AS / Barat. Sebagai catatan; Afganistan berbatasan langsung dg Xin Chiang dan Khurasan ( Usbekistan ) juga berbatasan dg Kazakstan yg juga termasuk suku Uighur.

Sumber FB As'ad Said Ali


Related

Internasional 5766617549863960076

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Random News

item