flatnews

Insiden Padamnya Sejumlah Website Global, Pakar Cyber: Ini Bisa Jadi Pelajaran

Sejumlah situs internet (website) global mengalami pemadaman serentak pada Selasa pagi 8 Juni 2021 waktu Amerika Serikat (AS) atau sekitar p...


Sejumlah situs internet (website) global mengalami pemadaman serentak pada Selasa pagi 8 Juni 2021 waktu Amerika Serikat (AS) atau sekitar pukul 16.30 WIB.

Pakar Cyber Pratama Persadha menyebut pemadaman itu bisa terjadi karena 3 hal yakni kemungkinan human error, sistem yang error, dan peretasan.

Sebelum diberitakan banyak laporan dari situs-situs besar terkait masalah gangguan yang tidak bisa diakses. Penyebabnya adalah pemadaman oleh layanan cloud hosting Fastly selama satu jam.

"Ini mengingatkan kita bahwa betapa situs web terbesar di dunia bisa terpapar gangguan entah itu dari kesalahan manusia (human error) atau kemungkinan serangan siber," kata Pakar Cyber Pratama Persadha kepada Jurnal Medan, Rabu 9 Juni 2021.

Kegagalan pada Fastly inilah yang membuat sebagian besar web tidak bisa diakses pada hari Selasa tersebut.

Seperti diketahui Fastly dengan layanan cloud hosting membantu banyak situs web global untuk memuat halaman lebih cepat.

Situs web berita termasuk CNN, New York Times dan Bloomberg News, layanan seperti Amazon, Shopify dan Stripe lalu situs sebesar Spotify dan Reddit semuanya ikut offline.

"Hal seperti ini memang bisa saja terjadi. Penyebabnya bisa 3 hal, kemungkinan human error, sistem yang error atau memang adanya peretasan," ujar Pratama yang merupakan Chairman lembaga riset dan keamanan cyber CISSReC.

"Namun dari peristiwa ini diketahui seluruh web tersebut disebabkan oleh penyedia layanan yang hanya mengubah settingan dan menyebabkan pemadaman global yang banyak menimpa perusahaan besar di seluruh dunia," jelasnya.

Fastly adalah salah satu dari sejumlah layanan hosting situs web dan aplikasi yang digunakan berbagai perusahaan besar untuk menyajikan konten ke jutaan pengguna.

Peristiwa banyaknya website besar di dunia yang tidak bisa diakses ini pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2016.

Ketika itu jutaan pengguna internet kehilangan akses ke beberapa situs web setelah peretas menyusup ke penyedia layanan perusahaan Domain Dyn lalu situs offline termasuk Twitter, Spotify, Reddit, CNN, dll.

Para pengguna internet biasanya sering tidak mengetahui perbedaan antara serangan peretas atau kegagalan sistem jaringan.

"Banyak juga pengguna internet yang melihat kesalahan pada tampilan web yang error, atau halaman kosong sebagai peretasan. Padahal peretas atau penjahat siber bisa lebih berbahaya, dengan membajak situs web dalam upaya memeras pemilik website dengan menggunakan ransomware," tutup Pratama. ***

Sumber : www.Jurnalmedan.pikiran-rakyat.com

Related

Tekno 4709828065606882186

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Random News

item