flatnews

Posisi Krusial PAN Dalam Masa Depan Dinasti Jokowi

  Bukan sebuah kejutan bila PAN pada akhirnya masuk ke koalisi pemerintahan. Hal yang sama sudah terjadi di periode pertama kabinet Jokowi J...

 


Bukan sebuah kejutan bila PAN pada akhirnya masuk ke koalisi pemerintahan. Hal yang sama sudah terjadi di periode pertama kabinet Jokowi JK. Namun kali ini posisi PAN jauh lebih seksi dari dulu, karena suaranya di DPR dan MPR menentukan apakah masa depan politik Indonesia.

Jauh sebelum PAN masuk, ada keinginan dari Jokowi untuk mengajak PKS terutama karena kedekatan Jokowi dengan Habib Salim Segaf Al Jufri, Ketua Majelis Syura PKS. Hal ini yang sering dijadikan oleh kubu AM dan FH untuk mengajak kader PKS keluar dari strukur dan pada akhirnya mendirikan partai Gelora.

Meski sudah ditawari beberapa kali, namun PKS memilih tetap diluar pemerintahan. Alasannya jelas, bahwa suara massa PKS baik kader simpatisan dan ceruk islamnya sejak awal memang beroposan dengan Jokowi dan PDIP di pentas nasional. Meski sebenarnya di Solo Jokowi naik salah satunya pengusung awalnya juga PKS. Hal yang sama seperti dulu SBY menawari PDIP masuk kabinet namun Mega memilih tetap beroposisi.

Bukan tanpa alasan Jokowi dekat dengan Habib Salim, semasa menjadi walikota Solo, Jokowi sering menjemput dan membersamai Habib Salim (saat itu Mensos) saat sedang di Solo. Habib Salim sendiri diketahui juga lahir di Solo.

Disinilah PAN masuk, mengklaim juga mewakili suara umat islam khususnya dari Muhammadiyah. Ini sekaligus menjadikan klaim bagi pemerintah bahwa bagi-bagi kuenya merata, dari NU sampai Muhammadiyah terwakili seluruhnya, seperti itu kira-kira.

Lalu dimana letak posisi krusial PAN? Wacana amandemen UUD 1945 agar residen bisa menjabat 3 periode sangat membutuhkan suara PAN. Tinggal menambahkan 3 suara dari DPD nanti di sidang MPR untuk memuluskan jalan amandemen.

Mengapa beberapa elit politik sangat menginginkan Jokowi 3 periode? Mudah jawabannya, ini kepentingan oligarki. Dalam masa kepemimpinan Jokowi jelas, elit politik lebih leluasa melakukan berbagai manuver demi kepentingan mereka. Hal ini relatif sulit dilakukan di masa SBY, dimana SBy memegang posisi sebagai pimpinan partai dan tahu betul kondisi lapangan dan Senayan sekaligus. 

Kelebihan utama SBY adalah punya banyak kaki tangan yang loyal langsung padanya. Hal ini yang tidak dimiliki Jokowi. Pada akhirnya Jokowi harus dilindungi oleh Luhut Panjaitan dari berbagai manuver politik parpol maupun elit istanan lainnya, termasuk PDIP sendiri.

Soal 3 periode jelas PDIP tidak happy, karena sejak awal manuver politik PDIP di DPR khususnya adalah untuk memuluskan pencalonan Puan baik sebagai Capres atau minimal Cawapres. Lihat bagaimana pemuncuran Pilkada serentak sampai akhir tahun 2024, jelas untuk menurunkan elektabilitas calon-calon potensial yang saat ini menjadi kepala daerah. Namun PDIP juga harus berhitung, karena elit politik lain juga memegang kartu mereka lewat kasus "Harun Masiku", yang sengaja disimpan untuk mengikat PDIP, Puan dan Mega.

Bila amandemen terkait 3 periode berhasil dilakukan, maka SBY punya peluang untuk kembali maju dalam pemilihan presiden 2024. Namun aturan capres menurut UU Pemilu harus diubah terlebih dahullu, karena minimal 20%. Gabungan suara PKS dan Demokrat hanya 18%.

Disinilah kembali suara PAN dibutuhkan dengan membentuk 2 atau 3 calon pasangan. PAN bisa berkoalisi dengan PPP dan PKB. Selebihnya PDIP dan parpol lain bisa dengan lebih luwes berpasangan. Namun pada prakteknya tidak akan mudah, karena masing-masing parpol menginginkan keuntungan maksimal bagi mereka.

Karena itu dengan situasi saat ini mulai muncul desakan untuk Presidential Threshold hanya 0% atau 5% saja, sehingga bisa muncul banyak calon.

Usul lain yang muncul adalah amandemen agar masa jabatan presiden menjadi 8 tahun, artinya Jokowi akan diperpanjang sampai 2028. Hal ini mungkin bisa menjadi win win solutin jika DPR juga mendapatkan hal yang sama, menjabat sampai 2028. Yang dirugikan hanya parpol baru seperti Partai Umat, Gelora dan PSI yang sedang naik daun tapi tidak memiliki wakil di pusat.

Jadi kira-kira bagaimana??

Related

Unik 7405264380347843591

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Random News

item